Strategi Belajar Mengajar
Strategi Belajar mengajar
Strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari suatu sasaran kegiatan. Secara umum strategi dapat berupa garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Berkaitan dengan masalah belajar dan pembelajaran strategi bisa diartikan dengan masalah belajar dan pembelajaran strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam upaya mengoptimalkan kegitana belajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Strategi juga dapat dikatakan siasat memadukan berbagai upaya untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang mampu memotivasi anak didik untuk terlibat secara optimal dalam proses belajar. Menurut sudjana (1995) : "Strategi mengajar merupkan tindakan guru dalam beberapa variabel pengajaran seperti : tujuan, bahan, metode, alat dan evaluasi agar dapat mempenaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan". Sehubungan dengan usaha peningkatan kualitas hasil pendidikan maka kualitas pembelajaran harus ditingkatkan. Untuk itu harus dicari strategi atau pendekatan pembelajaran yang efektif dikelas yang lebih dipentingkan daripada hasil nelajar. Dalam sistem ini pembelajaran menganut konsep kontekstual yakni proses pembelajaran menekankan pada aspek alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Gaya lama yang berorientasi pembelajaran dari guru dan apa yang harus dilakukan,bergeser kesiswa dan apa yang harus mereka lakukan, dengan istilah dari teacher oriented ke student oriented (Nurhadi,2003). Untuk itu perlu dipikirkan dengan serius strategi belajar mengajar yang bagaimana harus ditetapkan dan apa itu strategi belajar mengajar tersebut.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi belajar mengajar adalah politik atau taktik yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. politik atau taktik tersebut harus mencerminkan langkah-langkah yang sistemik; artinya bahwa setiap komponen pembelajaran harus saling berkaitan satu sama lain dan sistematis yang mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran itu tersusun secara rapi dan logis sehingga tujuan yang ditetapkan tercapai.
Djamarah (2002) merinci strategi belajar mengajar kedalam empat strategi dasar yang meliputi:
1. Mengidentifikasi srta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana yang diharapkan. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah, ditandai dengan tujuan pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret.
2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Cara pandang guru terhadap suatu persoalan, konsep, dan teori apa yang digunakan dalam memecahkan suatu kasus harus sesuai dengan norma yang dianut masyarakat lingkungannya. Suatu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda dan menggunakan disiplin ilmu berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang tidak sama pula.
3. Memilih dan menetapkan prosedur ,metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam melakukan kegiatan mengajarnya. Suatu metode mungkin hanya cocok dipakai untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan sasaran yang berbeda guru hendaknya jangan menggunakan teknik pengajaran yang sama. Bila beberapa tujuan ingin diperoleh, ,aka guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengombinasikan beberapa tujuan ingin diperoleh,maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengombinasikan beberapa metode yang relevan.
4. Menetapkan norma dan batas minimal keberhasilan sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitana belajar mengajar yang selanjutnyaakan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilan nya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir kegiatan belajar dan mengajar tetapi penilaian atau evaluasi dapat dilakukan setiap saat ketika terlihat ada tinngkah laku baru yang ditunjukkan siswa. Penilaian berkelanjutan akan memberi gambaran yang lebih konkret dan objektif dari kemampuan siswa mencapai tujuan pembelajaan. Guru harus tahu betul kriteria perubahan tingkah laku yang diharapkan dari siswa.
Sabri (2004) merumuskan tiga hal pokok yang perlu diperhatikan guru dalam melaksanakan strategi mengajar yakni :
1. Tahapan mengajar
2. Pengunaan model atau pendekatan mengajar
3. Penggunaan prinsip belajar
Semoga blognya bermanfaat untuk orang banyak, dan selalu semangat dalam membuat blog2 selanjutnya
BalasHapusBlog nya menarik sekali ya
BalasHapusAku senang bnanget sama blog nya
BalasHapus